Blokir 3,7 Juta Situs Judi, Link Alternatif Tetap Muncul
Setiap kali ada razia atau laporan blokir baru dari Kementerian Komunikasi dan Digital, grup-grup diskusi soal judi online langsung ramai. Bukan ramai karena takut, tapi ramai karena orang cari domain baru. Fenomena ini sudah jadi rutinitas tahunan di Indonesia, dan angkanya makin absurd tiap kali diumumkan.
Angka yang Bikin Geleng Kepala
Coba lihat data resminya. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid telah memblokir sebanyak 3.452.000 situs judi online dari 20 Oktober 2024 hingga 16 Mei 2026. Dua bulan kemudian jumlahnya sudah naik lagi. Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan, sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, pemerintah telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan judi online. Artinya dalam waktu kurang dari dua bulan, ada ratusan ribu situs baru yang sempat muncul dan langsung ditutup lagi.
Yang menarik, dari sisi uang justru ada penurunan. Perputaran uang dalam bisnis haram ini mengalami penurunan sebesar 30 persen menjadi Rp286 triliun dari Rp400 triliun sepanjang 2025, berdasarkan data PPATK. Tiga puluh persen itu angka besar. Tapi kalau dipikir ulang, Rp286 triliun masih jauh dari kata kecil untuk aktivitas yang katanya sudah “diberantas habis”.
Kenapa Domain Baru Selalu Muncul Lagi
Server judi online kebanyakan bukan di Indonesia. Server yang teridentifikasi dengan situs judi online itu mayoritas berasal dari luar negeri di negara Asia Tenggara. Karena servernya di luar jangkauan hukum langsung, yang bisa dilakukan pemerintah cuma memutus akses dari sisi Indonesia. Begitu satu domain ditutup, operator tinggal daftar domain baru, arahkan DNS, selesai dalam hitungan jam.
Ini yang membuat link alternatif jadi hal biasa di ekosistem judi online. Situs besar sekalipun rutin mengganti atau menambah pintu masuk baru supaya pemain lama tidak kehilangan akses. Contohnya gampang ditemukan, misalnya bk8 link alternatif yang beredar di forum-forum ketika domain utama kena blokir Kominfo. Pola ini bukan cuma dipakai satu situs, hampir semua operator besar punya cadangan domain serupa.
Bukan Cuma Situs, Rekening Bank Juga Diburu
Strategi pemerintah sekarang tidak lagi cuma soal blokir alamat web. Sebanyak 3,7 juta situs dan konten judi online berhasil diblokir Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, dan dalam periode yang sama pemerintah juga melaporkan lebih dari 38 ribu rekening yang terafiliasi dengan judol dan pinjaman online ilegal kepada OJK. Rinciannya cukup detail. BCA mencatat jumlah rekening terbanyak dengan lebih dari 7.000 rekening, disusul BRI sekitar 6.400 rekening, BNI 6.100 rekening, Bank Mandiri 4.649 rekening, CIMB Niaga 1.363 rekening, dan BSI 681 rekening.
Kalau rekening penampung ikut kena, artinya rantai uangnya yang mau dipotong, bukan cuma pintu masuknya. Menteri Meutya sendiri bilang soal ini secara terbuka. “Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung.” Kalimat yang tegas, dan menurut saya memang itu titik lemah paling logis untuk digarap ketimbang cuma kejar-kejaran domain.
Risiko yang Sering Dilupakan Pemain
Karena link alternatif jadi kebiasaan, banyak pemain jadi kurang hati-hati soal dari mana mereka dapat link itu. Domain palsu yang mengaku “alternatif resmi” gampang dibuat orang lain untuk mancing data login atau nomor rekening. Kalau sumbernya cuma dari grup WhatsApp tak dikenal atau iklan pop up, wajar untuk curiga dulu sebelum masukin data apa pun.
Ada juga sisi yang jarang dibahas: OJK sekarang bisa langsung menolak hubungan usaha calon nasabah yang dicurigai terkait judi. Hingga Mei 2026, jumlah penolakan untuk melakukan hubungan usaha dengan calon nasabah dikenakan kepada 2,8 juta calon nasabah. Jadi bukan cuma situsnya yang diburu, rekening pribadi pemain pun bisa masuk radar pengawasan bank kalau transaksinya mencurigakan.
Situasi ini kemungkinan tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Selama server ada di luar negeri dan permintaan pasar masih tinggi, siklus blokir dan buka domain baru bakal terus jalan seperti kuc

